Bangkai mobil dan puing-puing bangunan yang hangus terbakar setelah serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, 8 September 2026

Rusia dilaporkan menjatuhkan sedikitnya sembilan bom udara berbobot masing-masing 3.000 kilogram ke wilayah Zaporizhzhia, Ukraina selatan, pada Senin (2/11/2026), di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang kedua negara. Serangan tersebut menghantam sejumlah lokasi di Desa Komyshuvakha, termasuk sebuah sekolah yang digunakan sebagai pusat penyaluran bantuan kemanusiaan. Sedikitnya 26 orang dilaporkan tewas, termasuk petugas penyelamat dan anggota kepolisian, sementara lima orang lainnya terluka. Menurut pemerintah Ukraina, warga sedang berkumpul untuk menerima bantuan kemanusiaan ketika serangan pertama menghantam sekolah tersebut. Baca juga: Warga Kyiv Ukraina Panik Dapat Peringatan Serangan Nuklir, Ternyata Ulah Hacker Namun, serangan tidak berhenti di situ. Bom berikutnya dilaporkan menghantam tempat warga berlindung setelah ledakan pertama.

Serangan itu terjadi menjelang rencana perundingan damai antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat (AS) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada pekan berikutnya. Rusia jatuhkan sembilan bom berbobot masing-masing 3 ton Kepala wilayah Zaporizhzhia, Mykhailo Semikin, mengatakan sedikitnya sembilan bom udara dengan berat masing-masing 3.000 kilogram dijatuhkan dalam serangan terhadap Komyshuvakha. Salah satu lokasi yang terkena serangan adalah sekolah yang digunakan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada penduduk setempat.

Menurut Zelensky, warga yang masih bertahan di desa tersebut secara rutin menerima bantuan setiap Senin. Karena itu, sekolah tersebut menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat yang membutuhkan bantuan. Namun, pada Senin, bangunan itu justru menjadi sasaran pengeboman. Zelensky mengatakan serangan pertama menghantam sekolah, sedangkan serangan berikutnya mengenai tempat warga berusaha menyelamatkan diri. Ia menilai militer Rusia seharusnya mengetahui bahwa masyarakat sipil secara rutin mendatangi lokasi tersebut. “Rusia tidak mungkin tidak mengetahui bahwa warga setempat yang masih tinggal di Komyshuvakha menerima bantuan kemanusiaan di sana setiap Senin,” kata Zelensky.

Rekaman video yang dibagikan Zelensky memperlihatkan sebuah lubang besar akibat ledakan bom. Sejumlah bangunan di sekitar lokasi terlihat rusak parah, sementara sebuah bus terbakar dan puing-puing berserakan di jalan. Tim penyelamat juga tampak mencari korban di antara reruntuhan bangunan. Hingga laporan tersebut diterbitkan, militer Rusia belum memberikan tanggapan resmi mengenai serangan di Komyshuvakha.

Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan tempat tinggal setelah serangan Rusia menewaskan satu orang dan melukai delapan korban di Kharkiv, 11 Oktober 2026.(AFP/SERGEY BOBOK)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *