
WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggencarkan kampanye menjelang pemilu sela AS yang akan digelar pada Selasa (3/11/2026), di tengah kekhawatiran Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres. Trump bahkan turun langsung berkampanye di Florida, Iowa, dan Kansas, tiga negara bagian yang sebelumnya berhasil dimenanginya dalam pemilu. Langkah tersebut menunjukkan semakin ketatnya persaingan politik menjelang pemilu yang akan menentukan komposisi kekuatan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat AS. Dilansir dari BBC, Senin (2/11/2026), Trump berusaha meyakinkan pemilih agar tetap memberikan dukungan kepada Partai Republik, sekaligus merespons kekhawatiran masyarakat mengenai kenaikan biaya hidup. Baca juga: KTT Xi Jinping-Donald Trump, Babak Baru Hubungan AS-China Namun, sejumlah survei terbaru memperlihatkan Partai Demokrat memperoleh dukungan lebih tinggi dibandingkan Partai Republik menjelang pemungutan suara. Mojtaba Khamenei Mengancam Balik AS-Israel Artikel Kompas.id Hasil pemilu ini menjadi penting bagi pemerintahan Trump karena perubahan mayoritas di Kongres dapat memengaruhi kemampuannya menjalankan agenda politik selama dua tahun terakhir masa jabatannya. Trump kampanye di basis Partai Republik Sepanjang akhir pekan menjelang pemilu, Trump menggelar sejumlah kampanye di Kansas, Florida, dan Iowa. Ia juga mengikuti kampanye melalui sambungan telepon untuk mendukung kandidat Partai Republik di sejumlah negara bagian, termasuk Michigan, Ohio, dan Pennsylvania. Ketiga negara bagian yang dikunjungi langsung Trump sebelumnya dikenal sebagai wilayah dengan dukungan kuat terhadap Partai Republik. Dalam sejumlah pemilu terdahulu, Trump berhasil memenangkan Florida, Iowa, dan Kansas dengan relatif mudah. Namun, kunjungannya menjelang pemilu kali ini memperlihatkan bahwa persaingan di wilayah-wilayah tersebut semakin ketat. Trump berupaya menggalang dukungan pemilih Republik agar partainya dapat mempertahankan mayoritas di kedua kamar Kongres. Dalam pidatonya, Trump mengeklaim pemerintahannya telah membawa perubahan besar bagi Amerika Serikat. Ia juga membandingkan kondisi negara di bawah kepemimpinannya dengan pemerintahan Partai Demokrat sebelumnya. Menurut Trump, Partai Demokrat telah meninggalkan Amerika Serikat dalam masa kegelapan, sedangkan pemerintahannya berhasil membawa negara tersebut menuju era keemasan Amerika. Di hadapan para pendukungnya, Trump turut menyoroti kebijakan perdagangan dan imigrasi yang menjadi bagian penting dari agenda pemerintahannya. Ia memperingatkan bahwa kemenangan Partai Demokrat dapat membawa perubahan terhadap kebijakan perbatasan, ekonomi, kepemilikan senjata, dan isu sosial. Trump bahkan menuduh Partai Demokrat akan membuka perbatasan, membuat keluarga bangkrut, merampas senjata, dan memutilasi anak-anak apabila kembali memperoleh kekuasaan. Pernyataan tersebut merupakan tuduhan politik Trump terhadap lawannya, bukan gambaran kebijakan yang telah dipastikan akan diterapkan Partai Demokrat. Dalam kampanye itu, Trump juga memutar sejumlah video yang menampilkan politisi Demokrat mengkritik badan penegakan hukum imigrasi AS atau ICE serta mendukung hak-hak transgender.
